MESIKlopedia

Cinta Segitiga Rusia Mesir dan Amerika Serikat

EGYPT_RUSSIA_1654045f

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, tengah berbicara dengan Nabil Fahmy dalam pertemuan 14 November 2013 di Kairo

 

 

Cinta Segitiga Rusia Mesir dan Amerika Serikat

Oleh: Lilik Prasaja*

Isu mengenai politik di Timur Tengah seakan tidak akan pernah padam, terutama Mesir. Lepas dari Mursi, Mesir dikabarkan kembali menjalin hubungan dengan teman lamanya, Rusia (dulu Uni Soviet) Perkembangan terakhir politik Timur Tengah menyebutkan adanya penjualan senjata dari Rusia kepada Mesir. Menjadi menarik bahwa Mesir terakhir kali dekat dengan Rusia pada era kepemimpinan Presiden Nasser. Kini, Rusia mendekati Mesir kembali, menyusul redupnya hubungan Mesir dengan Amerika Serikat (AS). Penjualan senjata ini kabarnya didanai oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dimulai dari gojag-gajeg hubungan AS dengan Mesir sejak gelombang demokratisasi Arab Spring melanda, AS sebagai garda terdepan demokrasi dunia mau tidak mau harus mendukung demonstran yang melawan kediktatoran Mubarrak yang notabene kawan lama AS di kawasan tersebut. Naiknya pemerintahan Presiden Muhammad Mursi dari kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) mengundang tanda tanya:  apakah kelompok Islamis mampu menjadi kawan AS? Namun ketika Mursi digulingkan oleh militer, jelas sudah sikap AS: tolak kudeta. Hubungan AS dengan Mesir menurun drastis, bantuan militer yang tadinya sangat besar ditunda penyalurannya hingga waktu yang tidak ditentukan. Militer Mesir tampaknya kehilangan kawan yang berarti. Surutkah militer?

Politik luar negeri tidak mengenal kawan maupun lawan abadi, selama kepentingan sejalan, ada pula kemungkinan untuk sepaham. Munculnya militer untuk memberangus (kembali) IM mendapat sambutan positif dari Arab Saudi, UEA dan beberapa rezim negara yang membenci IM. Dukungan kepada pemerintahan sementara, Presiden Adly Mansour, mengalir di tengah penolakan kudeta oleh komunitas internasional pada umumnya. Renggangnya hubungan dengan AS kemudian memberikan celah bagi pemain besar lain yaitu Rusia untuk masuk ke kawasan. Rusia berkepentingan memperluas pengaruh di kawasan setelah Suriah sebagai sekutu di kawasan kehilangan leverage­-nya. Dan Mesir merupakan negara yang secara historis sangat strategis di kawasan Timur Tengah. Kunjungan Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Menhan Rusia Sergey Shoygu ke Mesir pertengahan November ini menandai babak baru hubungan dua negara.[1] Perjanjian pembelian senjata segera disepakati dan dapat dipastikan rezim militer Mesir akan semakin keras kepada massa pro-Mursi.

Setelah mengetahui runtutan peristiwa tersebut, lalu muncul pertanyaan: Apa urgensi pembelian senjata ini? Apakah Mesir benar-benar berpaling dari AS ke Rusia?

Pembelian senjata ini dapat dilihat dari sisi domestik dan internasional. Sisi domestik jelas pembelian senjata ini dimaksudkan untuk memperkuat aparat Mesir menghadapi ancaman keamanan domestik. Baik demonstrasi pro-Mursi maupun kelompok bersenjata di Sinai. Stabilitas politik domestik menjadi fokus utama pembelian ini. Sisi internasional jelas menunjukkan kompleksitas isu kudeta Mesir. Kemunculan Arab Saudi dan UEA sebagai penyandang dana jelas menunjukkan dimensi transnasional isu politik Mesir. Misri al-Youm menyebutkan Arab Saudi mendanai transaksi senilai 1-2 miliar dollar AS. Mesir juga merancang pembelian senjata senilai 10 miliar dollar AS dalam lima tahun mendatang yang secara bertahap didanai UEA. Kedua negara tersebut memang sejak awal mendukung kudeta militer atas Mursi, dengan Arab Saudi langsung mengucurkan bantuan senilai 5 miliar dollar AS dan UEA senilai 6 miliar dollar AS.

Mengapa Arab Saudi dan UEA rela menggelontorkan dana begitu banyak untuk militer Mesir? Domestic oriented mixed with regional interests! Militer Mesir tengah memerangi pendukung Mursi yang mayoritas merupakan anggota dan simpatisan IM, sedangkan selama ini, IM dianggap sebagai pengusik rezim kerajaan Arab Saudi dan emir UEA. Arab Saudi dan UEA melihat kudeta militer Mesir sebagai kesempatan untuk menghajar IM sampai ke akarnya. Dengan hal itu, diharapkan gerakan IM kawasan Timur Tengah juga akan melemah dengan sendirinya. Agenda regional? Mengamankan negara-negara Arab Spring dari pengaruh Iran! Dengan mendukung militer Mesir, Arab Saudi dan UEA mencoba menghentikan meluasnya pengaruh Iran di Timur Tengah. Tidak ada lagi kemesraan cipika-cipiki seperti ketika Mursi dan Ahmadinejad bertemu di Kairo.

Lalu apakah Mesir benar-benar berpaling dari AS kepada Rusia? Untuk jangka waktu dekat, ya! AS tersandera oleh opini publik domestik mengenai kudeta militer. Tentu saja, kongres  AS akan menghambat segala bentuk bantuan kepada rezim militer Mesir (yang mana sudah terjadi). Sementara itu Mesir memiliki kepentingan untuk segera menstabilkan keamanan dan politik serta memiliki penyandang dana. Ibarat hendak membeli nasi padang, punya uang tetapi warung langganan tutup? cari warung lain! Inilah yang terjadi, gayung bersambut saat Rusia ingin memperluas pengaruhnya di Timur Tengah, sedangkan Mesir mendekat kepada Rusia karena kepentingan dan kesempatan. Maka terjadilah transaksi.

Peranan AS sendiri pada dasarnya masih penting bagi militer Mesir karena sebagian besar alutsista Mesir merupakan buatan AS dan membutuhkan suku cadang serta perawatan dari negara asal. Lebih jauh, AS juga tidak ingin kehilangan Mesir sebagai sekutu di kawasan. Perebutan pengaruh ala Perang Dingin sulit untuk dihindarkan. Namun Mesir sendiri juga akan sangat merugi jika kehilangan dukungan AS. Kedekatan Mesir dengan Rusia mungkin hanyalah sementara, namun dinamika tarik ulur di antara ketiganya masih bias atau justru akan terus terjadi. Ibarat cinta segitiga, Mesir masih ingin mempertahankan hubungan dengan AS yang akhir-akhir ini kurang mesra. Caranya dengan mendekati Rusia agar AS cemburu dan menunjukkan kembali kemesraannya.

* Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada,

salah satu Co-Founder Middle East Studies Indonesia dan masih aktif sebagai kontributorMESI


[1] BBC Indonesia, Mesir ‘akan beli senjata Rusia’ (online), 14 November 2013,  <www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131114_dunia_mesir.shtml>, diakses pada 23 November 2013.

One thought on “Cinta Segitiga Rusia Mesir dan Amerika Serikat

  1. Terima kasih Tim MESI tulisan saya sudah dipublikasikan❤ (padahal aku yo admin tapi kudu lewat editor dulu kan :P)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s