#MESIUpdate

Sedikitnya 7.000 WNI Masih Terjebak di Suriah (Tempo-Reuters)

TEMPO.COJakarta – Ribuan warga negara Indonesia tercatat masih berada di Suriah. “Diperkirakan saat ini ada 7.637 warga negara kita yang berada di Suriah,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di kantornya, Jumat, 28 Desember 2012.

Menurut dia, sebanyak 536 WNI saat ini ditampung dan memperoleh perlindungan di Kedutaan Besar RI Damaskus, Suriah. Sedangkan 25 WNI ada di Posko Aleppo, 2 orang di Latakia, dan 86 orang ditampung di Kedutaan Besar RI di Beirut, Lebanon.

Marty menjelaskan, pemilihan Beirut sebagai lokasi penampungan lantaran sudah tidak ada lagi jalur penerbangan komersial ke Damaskus. “Jadi, kami harus membawa saudara-saudara kita di Damaskus melalui jalan darat ke Lebanon,” ujarnya. “Dari Beirut, baru dipulangkan ke Tanah Air.”

Adapun sepanjang tahun ini, pemerintah sudah memulangkan TNI dari Suriah dalam 48 tahapan. Total WNI yang sudah meninggalkan Suriah sebanyak 4.935 orang, baik yang pemulangannya difasilitasi pemerintah maupun secara mandiri.

Perang saudara di Suriah seperti tak berujung. Para aktivis yang mengawasi jalannya konflik di Suriah menyatakan, jumlah warga yang tewas akibat konflik di negara itu saat ini telah mencapai 45 ribu orang.

Serangan terbaru dilakukan oleh pasukan pemerintah di Provinsi Raqa di wilayah utara Suriah. Dalam serangan tersebut pasukan pemerintah menghujani sebuah desa dengan tembakan meriam tank, menyebabkan setidaknya 20 warga tewas.

Walaupun dikritik banyak pihak, Brahimi akan tetap menjalankan upaya diplomasinya untuk menghentikan konflik Suriah. Sabtu, 29 Desember mendatang, Brahimi dijadwalkan untuk berkunjung ke Rusia untuk menemui Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Sumber di Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai utusan PBB untuk konflik Suriah, Lakhdar Brahimi, dianggap gagal gagal mencari penyelesaian terhadap konflik berkepanjangan di Suriah. Brahimi sebelumnya menemui pihak pemerintah dan oposisi Suriah untuk mengajak kedua belah pihak segera menghentikan konflik di negara itu.

PRIHANDOKO | BC | REUTERS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s