Aktivitas MESI

Diskusi MESI 20 Des 2012

Notulensi Diskusi 20 Desember 2012

SIGNIFIKANSI TIMUR TENGAH SEBAGAI PEMASOK KEBUTUHAN MINYAK DUNIA

Narasumber: Hestutomo Restu Kuncoro, HI UGM 2009

Tempat: Ruang Diskusi R2 Lantai 3 Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Pukul: 12.30 – 14.30 WIB

meningkatnya kebutuhan minyak dunia maka signifikansi timur tengah dalam dunia internasional juga semakin meningkat

Timur tengah sebagai wilayah yang terkenal dengan sumber daya alam minyaknya. Meski demikian, dari 10 pemasok minyak dunia, hanya 3 yang berasal dari Timur Tengah. Namun jika dijumlahkan secara keseluruhan, Timur Tengah menjadi kawasan paling banyak yang memasok minyak ke dunia hingga sekitar 37,4% dan semakin lama produksi minya Timur Tengah semakin meningkat. Hal ini pula yang menyebabkan banyaknya konflik di Timur Tengah untuk memperebutkan minyak seperti invasi Iraq ke Kuwait, Perang Teluk, Operation Iraqi Liberation, Konflik Hijaz di Arab Saudi, intervensi AS di Timur Tengah ( Revolusi Iran, perjanjian cuci uang di Saudi Arabia) yang seringkal didasarkan untuk mengamankan pasokan minyak. kehadiran minyak meskipun belum tentu menjadi faktor utama dalam konflik tetap menjadi bumbu manis dalam konflik tersebut.

Seberapa butuh dunia akan minyak?

Mengapa timur tengah diganggu? Mereka diganggu ketika minyak sangat dibutuhkan oleh dunia.

Dalam total jumlah sumber daya yang ada di bumi, minyak menempati posisi pertama dalam penggunaannya. Dari tahun ke tahun konsumsi minyak dunia sendiri meningkat dan bahkan pada tahun 2010 mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Konsumsi minyak dunia saat ini sekitar 90 juta barel minyak per hari dan diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 130 juta barel minyak per hari. Konsumsi minyak tertinggi sendiri adalah AS dengan kebutuhan per hari mencapai 18 juta barel minyak per hari dan konsumsi ini melebihi dari pasokan minyak yang diproduksi oleh Arab Saudi. Posisi kedua diduduki oleh Uni Eropa dan China yang kemudian membuat ketiga aktor tersebut sebagai pihak paling berkepentingan dalam lading minyak.

Implikasi

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan minyak dunia maka signifikansi timur tengah dalam dunia internasional juga semakin meningkat. Hal ini kemudian menyebabkan semakin tingginya pengaruh pengaruh eksternal di wilayah penghasil minyak terbesar di dunia tersebut dan pada akhirnya mampu menyebabkan semakin banyaknya konflik di Timur Tengah.

Diskusi:

Mulai tahun 2001 ada trend untuk pengembangan sumber daya alam yang lebih pro-environment dan menggantikan minyak. kita melihat adanya kenaikan harga pangan seperti kedelai mengingat banyak percobaan yang menggunakan bahan pangan. Bagaimana mereka (negara-negara yang membutuhkan minyak) menggantungkan minyak mereka pada negara yang tidak stabil?

Ketidakstabilan ini menjadi pendorong intervensi asing ke Timur Tengah dengan alasan menciptakan kestabilan itu sendiri.

Negara-negara hegemon ada di konflik di Suriah. Memang mungkin timur tengah belum jadi wilayah yang sangat penting bagi negara-negara hegemon tapi kemungkinan besar ada kalkulasi di masa depan.

Akan berujung kemana konflik ini? Terutama AS dan Cina akan lebih terlibat dalam  konflik di Timur Tengah mengingat pertumbuhan ekonomi mereka. Namun Cina hingga saat ini masih main aman. Untuk melihat ekspansionisme Cina kita bisa melihatnya di Afrika. Di Afrika saat ini merupakan lahan persaingan antara Cina dan Uni Eropa. Uni Eropa menjadikan Afrika sebagai lahan percobaan demokrasi, sedangkan Cina tidak menyentuh hal tersebut. Cina pun belum berani main di Timur Tengah mengingat kebutuhan minyak Cina belum begitu tinggi. Tidak dapat dilupakan pula bahwa industri Cina saat ini masih bergantung berat pada batu bara.

Minyak sendiri memiliki nilai scarcity yang tinggi. Ketika dia dibeli oleh satu pihak, maka pihak lain akan merasa minyak mereka akan kurang.

Dapat dikatakan Cina masih berhati-hati untuk bermain di Timur Tengah. Saat ini dia masih mencari bahan bakar alternatif bagi Cina.

Perhatikan pula bagaimana jika minyak dibeli semuanya. Akan ada dana suntikan bagi kemungkinan perang atau dengan kata lain misalnya dalam hal ini Iran, Iran akan mendapatkan tambahan dana untuk benar2 menyatakan perang ke Israel.

Sebagai negara dengan produksi minyak yang tinggi, Arab Saudi menjadi negara yang memenuhi kategori sebagai negara penuh konflik. Namun dapat kita lihat saat ini bahkan ketika Arab Spring melanda Timur Tengah Arab Saudi masih tenang-tenang saja. Hal ini tidak lepas dari banyaknya uang yang dimiliki oleh Arab Saudi yang berasal dari penjualan minyak untuk “menyuap” rakyatnya, membuka pendaftaran PNS.

Masa depan minyak: minyak sebagai energy yang tidak terbarukan, yang kemungkinan suatu saat nanti akan habis. Jika ingin mengganti minyak maka perlu mengganti mesin industri. Apalagi untuk riset energy terbarukan lebih mahal dibandingkan eksplorasi minyak itu sendiri. Selain itu, cadangan minyak yang ada di bumi saat ini jumlah totalnya pun belum diketahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s