Risalah MESI

Mesir: Menerawang Referendum Desember 2012

pihak oposisi menilai dekrit, … telah membuat Morsi menjadi penguasa otoriter yang melebihi Mubarak.

Pada tanggal 15 Desember 2012 nanti Mesir akan memasuki babak baru dalam proses revolusi politik pasca lengsernya Hosni Mubarak. Sebuah UUD yang baru dibentuk oleh Dewan Kontituante akan diputuskan utntuk diterima atau tidak sebagai UUD Mesir yang resmi. Jika diperhatikan, referendum ini tidak ubahnya dengan pemilu yang mengambil keputusan suara mayoritas. Ini dikarenakan sebuah alasan yaitu, jika dilaksanakan tentunya hasilnya sudah bisa diprediksi bahwa UUD yang baru ini akan disepakati oleh suara mayoritas yang notabene akan diterima oleh pendukung Pemerintahan Mohamed Morsi saat ini yang berbasis Ikhwanul Muslimin dan Salafi.

Sebelumnya, langkah Dewan Konstituante dicoba untuk dijegal oleh Mahkamah Konstitusi dan SCAF (Dewan Militer Mesir). Ini dilakukan dengan tujuan menggagalkan tugas Dewan Konstituante untuk membuat UUD yang baru. Presiden Morsi, yang baru terpilih dengan kendaraan politik Freedom and Justice Party (FJP), tidak bisa melakukan kegiatan pemerintahan dengan bebas karena pertentangannya dengan Mahkamah Konstitusi dan SCAF – yang banyak berisi orang-orang yang sebelumnya pendukung mantan Presiden Hosni Mubarak. Mahkamah Konstitusi dan SCAF akhirnya membubarkan parlemen hasil pemilu pada hari Minggu 2 Desember 2012.

Presiden Morsi yang popularitasnya naik karena perannya dalam gencatan senjata Hamas-Israel, memanfaatkannya untuk mengeluarkan dekrit yang memberinya kekuasaan yang besar dalam memerintah Mesir. Isi dekrit itu antara lain memberi kuasa Morsi untuk mengganti jaksa agung, Mahkamah Konstitusi tidak berhak membubarkan Dewan Konstituante, memperpanjang masa tugas Dewan Konstituante, dan juga membuat lembaga legislatif dan yudikatif untuk tidak berhak meninjau kembali atau menggugat keputusan presiden sejak Morsi memangku jabatan pada 30 Juni 2012 hingga keluar konstitusi baru.

Dekrit ini juga menunjukkan strategi Morsi untuk memperluas pengaruh dan kekuasaan politiknya. Akibatnya, pihak oposisi menilai dekrit, yang tidak jelas sampai kapan berlakunya, telah membuat Morsi menjadi penguasa otoriter yang melebihi Mubarak. Perlawanan pun muncul dari pihak oposisi yang berbasis kelompok Kristen Koptik dan kelompok sekuler yang menolak dekrit ini yang dianggap akan mengantarkan Mesir menjadi negara Islam. Para oposisi menyiapkan aksi turun ke jalan untuk melawan dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Morsi.

Pemerintahan Morsi  yang walaupun terpilih secara demokratis pasca pemerintahan otoriter 30 tahun Hosni Mubarak, kesulitan untuk melakukan kompromi dengan kelompok oposisi mantan pendukung Mubarak dari kalangan militer dan oposisi dari kelompok sekuler dan Kristen Koptik. Presiden Morsi menggunakan dekrit yang menodai demokrasi sebagai upayanya untuk memberikan keefektifan dalam menjalankan pemerintahannya dan memberi ruang bagi Dewan Konstituante untuk menyelesaikan tugasnya. Pada akhirnya, penyelenggaraan referendum nanti akan digunakan oleh pemerintahan Morsi untuk mendapatkan legitimasi atas UUD yang baru.

Ada dua skenario yang kemungkinan akan terjadi, yang pertama jika pemerintahan Morsi berhasil mendapatkan legitimasi dari referendum 15 Desember 2012. Morsi dan FJP dengan Partai Salafi akan semakin mendominasi perpolitikan Mesir. Selanjutnya, pihak oposisi bisa saja melakukan protes yang semakin besar dapat menyebabkan kerusuhan dengan tujuan, misalnya, penuntutan mundurnya Morsi. Akan tercipta babak krisis politik yang baru bagi Mesir. Proses demokratisasi Mesir akan semakin terjal dalam perjalanannya. Skenario kedua, protes yang dilakukan akhir-akhir ini, yang terkait dengan dekrit dari Presiden Morsi, mampu meyakinkan sebagian besar masyarakat Mesir untuk menolak pelaksaan UUD yang ditawarkan dalam referendum. Akibat dari scenario yang kedua ini tidak jauh berbeda dengan scenario pertama, demokratisasi Mesir akan dihalangi kendala lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s