Uncategorized

Senjakala Militer Turki

Oleh: Lilik Prasaja

Kepala Staf Gabungan Militer Turki, Jenderal Isik Osaner telah mundur dari jabatannya. Langkahnya diikuti oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Otomatis empat jabatan paling strategis dalam struktur militer Turki kosong dan harus segera diisi oleh pengganti yang baru. Penyebab mundurnya empat jenderal  tersebut merupakan puncak ketegangan politik antara militer dengan sipil. Khususnya antara militer dengan partai berkuasa, yakni AKP (Adalet ve Kalkınma Partisi/Partai Keadilan dan Kesejahteraan) pimpinan Perdana Menteri (PM) Recep Tayyip Erdogan yang baru saja menang dalam pemilu nasional secara mutlak. Ketegangan politik ini sudah terjadi sejak kubu AKP dulu masih bercorak Islamis. Militer memberangusnya, mengkudeta pemerintahan sipil yang sah. AKP juga berseberangan dengan kubu sekuler-Kemalist.

Hal yang menarik adalah bagaimana kemudian PM Erdogan berhasil menunjukkan supremasi sipil terhadap militer. Dalam pertemuan Dewan Agung Militer yang dimulai Senin (1/08/11), Erdogan secara implisit menunjukkan supremasi sipilnya dengan duduk sendirian saja. Biasanya PM duduk bersama para jenderal, hal ini dapat dipandang sebagai “perayaan” kemenangan sipil atas militer. Senjakala militer dalam politik Turki semakin nyata. Para jenderal pengganti yang diajukan oleh partai berkuasa otomatis tidak menjadi oposan berarti terhadap langkah-langkah politik AKP.

Lalu jika militer Turki mundur teratur dari proses politik, apakah yang mungkin terjadi? Mungkin terlalu dini untuk menyimpulkannya, namun yang paling mungkin terjadi adalah perombakan sistem politik Turki. Selama ini Dewan Agung Militer memegang posisi dan peran penting dalam politik Turki. Meskipun demikian, intervensi militer dalam politik sipil Turki tidak sekuat dulu lagi. Militer paling jauh hanya melakukan blackmailing terhadap pemerintah. Kekuatan militer dalam politik Turki melemah drastis karena AKP berhasil memikat hati rakyat dengan kesejahteraan, pertumbuhan tingg ekonomi dan demokrasi.

Ketakutan akan kuatnya AKP juga dirasakan pesaingnya dari kubu sekuler-Kemalist yang khawatir bahwa AKP akan merombak total sistem sosial-politik Turki. Perombakan yang paling dikhawatirkan adalah penghapusan sekularisme dan nilai-nilai Kemalis. Namun, perkiraan ini terlalu jauh. AKP hampir pasti tidak akan melakukan blunder politik dengan melakukan perubahan sistem secara total dan sekejap. AKP meskipun terdiri dari mantan kubu Islamis, tidak akan terlalu bodoh untuk memaksakan kembalinya ideologi Islam sebagai nafas politik Turki. Kemungkinan terbesar adalah AKP akan memberlakukan sistem “keran sosial-politik”, di mana dalam transformasi ke bentuk Turki yang diinginkan, AKP akan melakukannya secara berangsur dan memastikan kontrol penuh tetap dipegangnya.

Untuk mengakses berita mengenai pudarnya militerisme di Turki, cek berita Kompas Selasa (8/08/11) dengan judul Perdana Menteri Erdogan Bahas Figur Pemimpin Baru Militer, atau klik di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s