Risalah MESI

Hilangnya Empati Timur Tengah

Hilangnya Empati Timur Tengah

Oleh: Fatkurrohman, S.IP.M.Si[1]

 mas fath

Bencana demi bencana terus melanda Indonesia. Di penghujung tahun 2010, Indonesia dihantam bencana mulai banjir banding di Wasior, tsunami di Mentawai, dan letusan gunung Merapi. Dalam bencana ini telah menlan banyak korban tidak hanya korban kemanusiaan tetapi juga finansial.

Bencana Wasior setidak-tidaknya telah mengakibatkan 108 orang tewas dan 76 orang hilang, sementara tsunami di Mentawai telah menelan korban kira-kira 394 orang tewas, 312 orang hilang, 267 orang luka-luka, dan 12.865 orang melakukan pengungsian. Bencana yang lain yakni letusan gunung Merapi juga mengakibatkan 191 orang tewas dan ratusan ribu orang kehilangan rumah mereka.

Merespon bencana alam tersebut membuat negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, China, Malaysia, Thailand dan Uni Eropa beregerak secara cepat untuk mengeluarkan bantuan kepada para korban. Misalnya Australia 2,5 juta dolar Australia, Jepang 2,86 juta dolar amerika, Amerika Serikat 2 juta dolar amerika, dan Komisi Eropa 1,5 juta euro.

Kemudian yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa negara-negara di kawasan Timur Tengah kurang proaktif dalam memberikan bantuan terhadap beragam bencana di Indonesia ?. Pertanyaan ini sangat menarik untuk kita diskusikan karena hubungan Indonesia dan negara-negara di Timur Tengah memiliki sejarah panjang dengan pemerintah Indonesia baik di level keagamaan maupun di level budaya.

Definisi mengenai Timur Tengah sebetulnya sangat mudah untuk diperdebatkan (debatable). Hal ini terjadi karena definisi mengenai Timur Tengah memiliki makna politik dan keamanan karena digunakan oleh Inggris sebelum Perang Dunia I dalam menyebarkan pengaruhnya dan simplifikasi wilayah sesuai dengan parameter Inggris.

Negara-negara yang masuk kategori dalam wilayah Timur Tengah adalah Bahrain, Siprus, Mesir, Turki, Iran, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, Yaman dan Palestina. Negara-negara tersebut dianggap memiliki dimensi penting baik secara agama, wilayah, maupun bahasa.

Beragam bencana di Indonesia memberikan catatan kepada kita bahwa ikatan emosional antara bangsa Indonesia dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah kurang kuat. Hal ini bisa dilihat dari kurang sensitifnya negara-negara di wilayah Timur Tengah dalam mengulurkan bantuan kemanusiaan ke korban bencana.

Fenomena ini tentu kurang representatif jika kita bandingkan dengan banyaknya negara yang ada di Timur Tengah. Hal ini tentu memberikan sinyal kepada kita bahwa ada yang tidak beres dalam hubungan antara Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah.

Asimetris

Hubungan antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah sebetulnya memiliki ikatan emosional yang kuat. Hal ini terkait dengan posisi Mesir di era Gamal Abdul Nasser yang merupkan negara pertama di Timur Tengah yang mengakui kemerdekaan Indonesia pasca lepas dari Jepang. Hubungan Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah kemudian mengalami pasang surut seiring dinamika politik dan keamanan yang ada di dunia internasional dengan munculnya dua blok yakni blok Barat (AS) dan blok Timur (Uni Soviet).

Dalam perjalanan sejarahnya, pemerintahan Soeharto lebih merapat ke Barat dan mengambil posisi kebijakan luar negeri yang lebih mendekat ke AS dan ke Eropa. Fenomena ini menjadikan hubungan Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah menjadi kurang harmonis.

Hal yang sama juga dilakukan oleh negara-negara Timur Tengah terhadap Indonesia. Negara-negara Timur Tengah menganggap Indonesia bukan negara tujuan utama dalam kebijakan politik luar negeri sehingga mengakibatkan banyak investasi negara-negara Timur Tengah yang dimasukkan di AS dan negara-negara Eropa.

Pasca reformasi di Indonesia mulai di era Gus Dur sampai dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indonesia mulai menunjukkan keinginan untuk merajut hubungan yang baik dengan negara-negara Timur Tengah seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Tetapi, kunjungan kenegaraan mulai pemerintahan Gus Dur sampai dengan SBY hanya mendapatkan janji-janji manis dari negara-negara tersebut.

Fenomena tersebut kemudian berdampak pada kurang pedulinya negara-negara Timur Tengah dalam mengulurkan bantuan bencana-bencana yang ada di Indonesia. Bencana Wasior, Mentawai, dan Merapi memberikan bukti bahwa negara-negara yang pertama kali memberikan bantuan bukan dari negara-negara Timur Tengah tetapi dari Eropa, Jepang, Amerika, dan Australia.

Birokrasi Kemenlu

Penempatan posisi Timur Tengah dalam organisasi Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) tidak berdiri sendiri, tetapi dalam satu naungan dengan wilayah Asia Pasifik dan Afrika. Hal ini mengindikasikan bahwa Timur Tengah tidak menjadi prioritas kebijakan dalam politik luar negeri Indonesia. Hal ini berdampak pada jumlah KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia hanya memiliki 16 kedutaan di Timur Tengah. Mesir dan Arab Saudi menjadi KBRI kelas satu yang dibuktikan dengan penempatan DCM (deputy chief of the mission). Sementara yang lainnya hanya ada duta besar dengan lima sampai enam pejabat diplomatik. Untuk konsulat jenderal, Indonesia hanya menempatkan di Jeddah dan Dubai. Hal ini tentu berbeda dengan perlakuan Indonesai terhadap AS, selain satu KBRI di Washingthon, Indonesia juga menempatkan lima konjennya yakni di Los Angles, New York, San Fransisco, Houston, dan Chicago.

Fenomena cinta tak terbalas dan struktur di Kemenlu yang menempatakn Timur Tengah sebagai “kelas dua” mengakibatkan renggangnya hubungan antara Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah sehingga hal ini berdampak pada minimnya bantuan negara-negara Timur Tengah dalam bencana-bencana di Indonesia seperti Wasior, Mentawai, dan Merapi.

 


[1] Dosen Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penerima beasiswa Endeavour program PhD (Asian and Islamic Studies) di UWS, Australia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s